Sejarah Hagia Sophia Masjid berasal dari gereja

Sejarah Hagia Sophia Masjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya dan berasal dari bangunan gereja adalah Aya Sofia – Masjid Kesultanan Turki Usmani atau Ottoman ini adalah Salah satu tujuan wisata yang paling di minati oleh turis manca negara di Negeri seribu menara Turki. Selain keindahan interior, daya tarik bangunan ini juga didapat dari nilai sejarahnya. Di sinilah simbol pertarungan antara Islam dan non-Islam, termasuk di dalamnya nilai-nilai sekuler pasca runtuhnya Kekhalifahan Turki Usmani. Hagia Sophia adalah gereja pertama yang diresmikan pada 15 Februari 360 M di masa pemerintahan kaisar Konstantius II oleh uskup Eudoxius dari Antioka. Gereja dibangun di sebelah tempat istana kekaisaran Byzantium.

Pada 7 Mei 558 M, di masa kaisar Justinianus, kubah sebelah timur runtuh terkena gempa. Kemudian, pada 26 Oktober 986 M pada masa pemerintahan Kaisar Basil II (958-1025) juga kembali terkena gempa. Akhirnya, pada awalan abad ke-14 dilakukan renovasi besar-besaran agar tidak terkena gempa lagi. Keistimewaan kubah ini terletak pada bentuk kubahnya yang besar dan tinggi. Ukuran tengahnya 30 meter, tinggi dan fundamentalnya 54 meter.

Interiornya pun dihiasi mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni dan dindingnya dihiasi ukiran. Saat Konstantinopel ditaklukkan Sultan Mehmed II pada 29 Mei 1453. Sultan turun dari kudanya dan bersujud syukur pada Allah SWT, lalu pergi ke Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan agar gereja tersebut diubah menjadi Masjid Aya Sofia yang dikemudian hari digunakan untuk melakukan shalat berjamaah, shalat Jumat, dan kegiatan keagamaan umat Islam lainnya.

Hingga pada 1937, Mustafa Kemal Ataturk mengubah status Hagia Sophia menjadi museum. Sehingga mulailah proyek pembongkaran Hagia Sophia, dimulai dari dinding dan langit-langit dikerok dari cat-cat kaligrafi hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen. Sejak saat itu, Masjid Aya Sofya dijadikan salah satu objek wisata yang terkenal oleh pemerintah Turki di Istanbul. Nilai sejarahnya tertutupi gaya arsitektur Byzantium yang indah memesona.

Karakter arsitektur Byzantium menunjukkan pengembangan dari tiga periode utama. Pertama, 330-850 M termasuk masa permerintahan Justinian; Kedua, 850-1200 M termasuk dalam dinasti Macedonia dan Comnenia; Ketuga, 1200 M hingg saat ini. Karakter arsitektur juga terpengaruh oleh budaya lokal, seperti yang terlihat di Turki, Italia, Yunani, Macedonia, Armenia, Syria, rusia Serbia, dan Prancis.

Setelah Konstantinopel takluk, Kekhalifahan Ustmani membagi menjadi empat wilayah administratif. Pada 1459, Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul, yang berkembang menjadi sebuah kota terbesar pada zamannya. Sultan Mehmed II selain terkenal sebagai jenderal perang yang berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan lainnya, dia juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang dibuatnya sendiri. Selama masa kejayaannya, dia mendirikan berbagai sarana dan prasarana publik.

Seperti dibangun 300 masjid besar atau pun sedang, tersedianya 57 madrasahh, 59 tempat pemandian, diberbagai wilayah Utsmani termasuk Istanbul. Masjid-masjid yang dibangun juga dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu masjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah masjid yang asalnya gereja Hagia Sophia (Aya Sofya), hiasan kaligrafi itu dijadikan penutup gambar-gambar kristiani yang ada sebelumnya.

Pada 1727 berdiri badan penerjemah. Lalu buku-buku tentang kedokteran astronomi, ilmu pasti, sejarah dan lainnya pun mulai dicetak. Pada masa dinasti Turki Utsmani, dibangun empat buah menara sebagai simbol Islam. Kini namanya Museum Aya Sofia. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dulunya adalah masjid. Dan sebelum menjadi masjid, ia adalah gereja yang bernama Haghia Sopia.

Usia bangunan ini sudah sangat tua, sekitar lima abad. Bangunan ini merupakan kebanggaan masyarakat Muslim di Istanbul, Turki. Keindahan arsitekturnya begitu mengagumkan para pengunjung. Karenanya, jika berkunjung ke Istanbul, belum lengkap tanpa melihat kemegahan Aya Sofia. Tampak dari luar, pengunjung disuguhkan ukuran kubah yang begitu besar dan tinggi. Ukuran tengahnya 30 meter, tinggi dan fundamennya 54 meter. Ketika memasuki area bangunan, pengunjung dibuai oleh keindahan interior yang dihiasi mosaik dan fresko. Tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni. Sementara dindingnya dihiasi beraneka ragam ukiran.

Sejarah Hagia Sophia

Gereja

Sebelum diubah menjadi masjid, Aya Sofia adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia yang dibangun pada masa Kaisar Justinianus (penguasa Bizantium), tahun 558 M. Arsitek Gereja Hagia Sophia ini adalah Anthemios dari Tralles dan Isidorus dari Miletus.

Berkat tangan Anthemios dan Isidorus, bangunan Hagia Sophia muncul sebagai simbol puncak ketinggian arsitektur Bizantium. Kedua arsitek ini membangun Gereja Hagia Sophia dengan konsep baru. Hal ini dilakukan setelah orang-orang Bizantium mengenal bentuk kubah dalam arsitektur Islam, terutama dari kawasan Suriah dan Persia. Keuntungan praktis bentuk kubah yang dikembangkan dalam arsitektur Islam ini, terbuat dari batu bata yang lebih ringan daripada langit-langit kubah orang-orang Nasrani di Roma, yang terbuat dari beton tebal dan berat, serta mahal biayanya.

Oleh keduanya, konsep kubah dalam arsitektur Islam ini dikombinasikan dengan bentuk bangunan gereja yang memanjang. Dari situ kemudian muncullah bentuk kubah yang berbeda secara struktur, antara kubah Romawi dan kubah Bizantium. Pada arsitektur Romawi, kubah dibangun di atas denah yang sudah harus berbentuk lingkaran, dan struktur kubahnya ada di dalam tembok menjulang tinggi, sehingga kubah itu sendiri hampir tidak kelihatan. Sedangkan kubah dalam arsitektur Bizantium dibangun di atas pendentive–struktur berbentuk segitiga melengkung yang menahan kubah dari keempat sisi denah persegi–yang memungkinkan bangunan kubah tersebut terlihat secara jelas.

Bangunan gereja ini sempat hancur beberapa kali karena gempa, kemudian dibangun lagi. Pada 7 Mei 558 M, di masa Kaisar Justinianus, kubah sebelah timur runtuh terkena gempa. Pada 26 Oktober 986 M, pada masa pemerintahan Kaisar Basil II (958-1025), kembali terkena gempa. Akhirnya, renovasi besar-besaran dilakukan agar tak terkena gempa di awal abad ke-14.

Pengembangan Turki Usmani

Pada 27 Mei 1453, Konstantinopel takluk oleh tentara Islam di bawah pimpinan Muhammad II bin Murad II atau yang terkenal dengan nama Al-Fatih yang artinya sang penakluk. Saat berhasil menaklukkan kota besar Nasrani itu, Al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur.

Ia pergi menuju Gereja Hagia Sophia. Saat itu juga, bangunan gereja Hagia Sophia diubah fungsinya menjadi masjid yang diberi nama Aya Sofia. Pada hari Jumatnya, atau tiga hari setelah penaklukan, Aya Sofia langsung digunakan untuk shalat Jumat berjamaah. Sepanjang kekhalifahan Turki Usmani, beberapa renovasi dan perubahan dilakukan terhadap bangunan bekas gereja Hagia Sophia tersebut agar sesuai dengan corak dan gaya bangunan masjid.

Dalam sejarah arsitektur Islam, orang-orang Turki dikenal sebagai bangsa yang banyak memiliki andil dalam pengembangan arsitektur Islam ke negara-negara lainnya. Sementara dalam masalah keagamaan, orang-orang Turki terkenal sangat bijak, sebab mereka tidak memaksakan penduduk daerah taklukannya untuk masuk Islam, meskipun mereka berani berperang untuk membela Islam.

Karena orang-orang Turki yang beragama Islam cukup arif, maka ketika Gereja Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi masjid pada 1453, bentuk arsitekturnya tidak dibongkar. Kubah Hagia Sophia yang menjulang ke atas dari masa Bizantium ini tetap dibiarkan, tetapi penampilan bentuk luar bangunannya kemudian dilengkapi dengan empat buah menara. Empat menara ini, antara lain, dibangun pada masa Al-Fatih, yakni sebuah menara di bagian selatan. Pada masa Sultan Salim II, dibangun lagi sebuah menara di bagian timur laut. Dan pada masa Sultan Murad III, dibangun dua buah menara.

Pada masa Sultan Murad III, pembagian ruangnya disempurnakan dengan mengubah bagian-bagian masjid yang masih bercirikan gereja. Termasuk, mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit dan menutupi hiasan-hiasan asli yang semula ada di dalam Gereja Hagia Sophia dengan tulisan kaligrafi Arab. Altar dan perabotan-perabotan lain yang dianggap tidak perlu, juga dihilangkan. Begitu pula patung-patung yang ada dan lukisan-lukisannya sudah dicopot atau ditutupi cat. Lantas selama hampir 500 tahun bangunan bekas Gereja Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid.

Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Turki yang beragama Islam dengan budaya Nasrani Eropa, akhirnya arsitektur masjid yang semula mengenal atap rata dan bentuk kubah, kemudian mulai mengenal atap meruncing. Setelah mengenal bentuk atap meruncing inilah merupakan titik awal dari pengembangan bangunan masjid yang bersifat megah, berkesan perkasa dan vertikal. Hal ini pula yang menyebabkan timbulnya gaya baru dalam penampilan masjid, yaitu pengembangan lengkungan-lengkungan pada pintu-pintu masuk, untuk memperoleh kesan ruang yang lebih luas dan tinggi.

Museum

Perubahan drastis terjadi di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk di tahun 1937. Penguasa Turki dari kelompok Muslim nasionalis ini melarang penggunaan bangunan Masjid Aya Sofia untuk shalat, dan mengganti fungsi masjid menjadi museum. Mulailah proyek pembongkaran Masjid Aya Sofia. Beberapa desain dan corak bangunan yang bercirikan Islam diubah lagi menjadi gereja.

Sejak difungsikan sebagai museum, para pengunjung bisa menyaksikan budaya Kristen dan Islam bercampur menghiasi dinding dan pilar pada bangunan Aya Sofia. Bagian di langit-langit ruangan di lantai dua yang bercat kaligrafi dikelupas hingga mozaik berupa lukisan-lukisan sakral Kristen peninggalan masa Gereja Hagia Sophia kembali terlihat.

Sementara peninggalan Masjid Aya Sofia yang menghiasi dinding dan pilar di ruangan lainnya tetap dipertahankan. Sejak saat itu, Masjid Aya Sofia dijadikan salah satu objek wisata terkenal di Istanbul oleh pemerintah Turki. Nilai sejarahnya tertutupi gaya arsitektur Bizantium yang indah memesona.

Menjadi Inspirasi dalam Perkembangan Arsitektur Islam

Arsitektur Islam dapat dikatakan identik dengan arsitektur masjid. Sebab, ciri-ciri arsitektur Islam dapat terlihat jelas dalam perkembangan arsitektur masjid. Salah satu masjid yang gaya arsitekturnya banyak ditiru oleh para arsitek Muslim dalam membangun masjid di berbagai wilayah kekuasaan Islam adalah Masjid Aya Sofia di Istanbul, Turki.

Desain dan corak bangunan Aya Sofia sangat kuat mengilhami arsitek terkenal Turki Sinan (1489-1588) dalam membangun masjid. Sinan merupakan arsitek resmi kekhalifahan Turki Usmani dan posisinya sejajar dengan menteri. Kubah besar Masjid Aya Sofia diadopsi oleh Sinan–yang kemudian diikuti oleh arsitek muslim lainnya–untuk diterapkan dalam pembangunan masjid.

Salah satu karya terbesar Sinan yang mengadopsi gaya arsitektur Aya Sofia adalah Masjid Agung Sulaiman di Istanbul yang dibangun selama 7 tahun (1550-1557). Seperti halnya Aya Sofia, masjid yang kini menjadi salah satu objek wisata dunia itu memiliki interior yang megah, ratusan jendela yang menawan, marmer mewah, serta dekorasi indah.

Dalam sejarah arsitektur Islam, orang-orang Turki dikenal sebagai bangsa yang banyak memiliki andil dalam pengembangan arsitektur Islam hingga ke negara lainnya. Misalnya Dinasti Seljuk yang menampilkan tiga ciri arsitektur Islam, khususnya arsitektur masjid.

Pertama, Dinasti Seljuk tetap mengembangkan konsep mesjid asli Arab, dengan lapangan terbuka di bagian tengahnya. Kedua, konsep masjid madrasah dan berkubah juga dikembangkan. Ketiga, mengembangkan konsep baru setelah berkenalan dengan kebudayaan Barat, terutama pada masa Dinasti Umayyah. Ketika orang-orang Turki memperluas kekuasaannya atas dasar kepentingan ekonomi dan militer pada abad ke-11, mereka akhirnya bisa menguasai Bizantium.

Saat kebudayaan Islam bersentuhan dengan kebudayaan Eropa di Kerajaan Romawi Timur (Bizantium/Konstantinopel) pada abad ke-11, arsitektur Islam juga menimba teknik dan bentuk arsitektur Eropa, yang tumbuh dari arsitektur Yunani dan Romawi. Sebaliknya, teknik dan bentuk arsitektur Islam yang dibawa oleh bangsa Turki juga disadap oleh bangsa Romawi untuk dikembangkan di Kerajaan Romawi Timur.

Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Muslim Turki dan budaya Nasrani di Eropa Timur inilah, arsitektur Islam yang semula hanya mengenal atap bangunan rata dan bentuk kubah, kemudian mulai mengenal atap meruncing ke atas. Selain itu, sejak bersentuhan dengan kebudayaan Kerajaan Romawi Timur ini juga, arsitektur Islam mulai mengenal arsitektur yang bersifat megah, berkesan perkasa, dan vertikalisme.

Segera rencanakan liburan Anda melihat indahnya Hagia Sophia Turki bersama dengan keluarga, saudara maupun teman-teman anda Jangan ragu juga untuk menghubungi Alindra Haqeem Travel yang akan membantu Anda untuk memilih liburan impian yang tidak akan terlupakan.

Paket Wisata Tour Turki 2021

Assalamualaikum Wr. Wb. Paket Wisata Tour Turki 2021 bersama Alindra Haqeem Travel telah dibuka pendaftarannya dalam rangka menyambut tour turki tulip musim liburan, Turki memiliki sejuta pesona tak heran jutaan wisatawan terus berdatangan ke negeri dua benua ini. Turki memang di Eropa, tapi wilayahnya sangat dekat dengan Asia. Anda akan mengunjungi ke banyak sekali daerah di Turki yang akan selalu mempesona bagi wisata berasal seluruh penjuru dunia Salah satu keindahan yang memukau di Turki adalah Masjid Sultan Ahmed. kami memberikan anda kesempatan buat berwisata muslim dalam mengunjungi berbagai macam objek wisata yang menarik di turki dan bermanfaat buat menambah pengetahuan anda tentang sejarah islam.

Paket Tour Turki wisata halal ini akan menjadi teman Anda berwisata ke Turki, Anda juga akan diajak untuk mengenal sejarah islam di Turki. anda akan mengunjungi Masjid Sultan Ahmed yang dihiasi oleh keramik-keramik biru yang lebih terkenal dengan sebutan Blue Mosque, dilanjutkan mengunjungi Hippodrome, kemudian dilanjutkan ke Hagia Sophia, yaitu gereja yang menjadi mesjid kemudian menjadi museum. Paket Tour Turki yang kami tawarkan sangat hemat dan murah sekali dan fasilitas yang kami sediakan juga sangat baik sekali. Berikut ini kami berikan informasi Jadwal, Harga dan Biaya Paket Tour Turki bersama Alindra Haqeem Travel.

Harga Tour Turki 2021

Paket Durasi Paket Harga
18 November 2021 8 Hari Tour Turki
13,5 Jt
2 Desember 2021 8 Hari Tour Turki 13,5 Jt
Flight
Turkish Airlines

Catatan :

  • Harga paket berlaku untuk minimum 16 Peserta, apabila jumlah peserta kurang dari Kuota maka kami berhak untuk menginformasikan harga update.
  • Harga Rupiah diatas menggunakan kurs maksimal per 1$ = Rp.14,600. Jika dalam perjalanan kurs melebihi Rp.14,600 / 1$, maka akan ada penyesuaian harga.
  • Komposisi kamar ditentukan pihak Travel. Berdasarkan Gender, Mahrom atau Setting satu keluarga. Jika kamar tidak tersedia, Jamaah WAJIB membayar tambahan perubahan kamar.

 

Itinerary Tour Ke Turki 08 Hari

(Istanbul – Bursa – Kusadasi – Pamukkale – Cappadocia – Ankara)

Hari ke‐1 : Jakarta – Istanbul
TK57 CGKIST 2125 0555

  • Para peserta berkumpul di Terminal 3 – Bandara Internasional Soekarno Hatta, 4 Jam sebelum keberangkatan, pukul 17.25 untuk briefing dan proses check in.
  • Perjalanan dilanjutkan menuju Istanbul dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines TK 57, take off pukul 21.25 WIB.

Hari ke‐2 : Istanbul – Bursa – Kusadasi (B/L/D)

  • Tiba di Bandara Internasional Istanbul pukul 05.55 waktu setempat, Proses imigrasi dan akan dijemput oleh perwakilan disana, untuk kemudian mengunjungi Green Mosque, Green Tomb & Masjid Ulucami ( Tambahan Tour ke Mt. Uludug HANYA jika Musim Dingin ).
  • Makan siang di Bursa.
  • Setelah makan siang, dilanjutkan perjalanan menuju Kusadasi untuk mengunjungi Masjid Isa Bey.
  • Check in hotel, makan malam dan istirahat.

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐3 : Kusadasi – Pamukkale (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk kemudian city tour mengunjungi Leather Factory Kusadasi & Ephesus Ancient City.
  • Setelah makan siang, dilanjutkan perjalanan menuju Pamukkale ( terletaknya kota kuno Hierapolis & Cotton Castle zaman Romawi ) yang reruntuhannya berdekatan dengan kota Pamukkale modern dan saat ini terdiri dari sebuah museum arkeologi yang ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
  • Check in hotel, makan malam dan istirahat.

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐4 : Pamukkale – Konya – Cappadocia (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk kemudian menuju Caravan Serai (Caravans Serai pada jaman dahulu adalah jalur ramai di tengah – tengah aliran perdagangan, informasi, dan orang‐orang yang meliputi Asia, Afrika Utara dan Eropa Tenggara, terutama di sepanjang Jalan Sutera).
  • Makan siang dan Sholat di Masjid. Setelah itu Jamaah menuju Kota Konya dan mengunjungi Muzium Mevlana Jalaludin Rumi. Melanjutkan perjalanan ke Cappadocia.
  • Check in hotel, makan malam dan istirahat.

Hari ke‐5 : Cappadocia (B/L/D)

  • Tour Optional dan sarapan pagi di hotel. Setelah itu Jamaah akan mengunjungi Goreme Open Air Museum, Uchisar Castle, Devrent Valley, Pasabag / Pigeon Valley, Stone Factory Cappadocia & Handycraft Carpet Factory.
  • Kembali ke hotel, makan malam dan istirahat.

Optional :

  • Hot Air Balloon Usd 250/Pax
  • Jeep Safari & Photo Tour Sunrise Usd 100/Pax

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐6 : Cappadocia – Ankara – Istanbul (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk kemudian menuju Kota Ankara untuk photostop di Salt Lake / Tuz Golu & Ataturk Mousoleum Ankara.
  • Dilanjutkan perjalanan menuju Istanbul. Check In Hotel. Acara bebas di sekitar Hotel.

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐7 : Istanbul (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk melakukan perjalanan mengunjungi Hippodrome Square, Masjid Sulthanahment ( Blue Mosque ), Muzium Istana Topkapi (muzium tempat penyimpanan benda–benda peninggalan Rasullullah SAW ), Solat di Masjid Hagia Sophia (Dulunya basilika, masjid, museum & kini Masjid kembali).
  • Dilanjutkan Bosphorus Cruise (perjalanan melintasi selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia) dan acara bebas belanja di Grand Bazzar.
  • Setelah makan malam, bertolak menuju Bandara Internasional Istanbul untuk penerbangan pulang ke Tanah Air. Jamaah diharapkan tiba di Bandara paling lambat pukul 22.15.

Hari ke‐8 : Istanbul – Jakarta
TK56 ISTCGK 0215 1800

  • Melanjutkan penerbangan menuju tanah air dengan pesawat Turkish Airlines TK 56, take off pukul 02.15.
  • In Shaa Allah tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB.
  • Berakhirlah perjalanan ini dengan penuh kenangan dan sarat makna religi.
  • Terimakasih atas kepercayaan Jamaah bersama Alindra Haaqeem Travel, Sampai jumpa di program kami berikutnya.

Note: Jadwal Tour dapat berubah mengikuti kondisi saat di lapangan

Harga Paket Sudah Termasuk :

  1. Tiket penerbangan Jakarta – Istanbul – Jakarta dengan Turkish Airlines ( Economy Class )
  2. Akomodasi penginapan sesuai program
  3. Transportasi Bus AC sesuai program
  4. Makan dan Minum sesuai program
  5. Tiket masuk wisata sesuai program
  6. our Guide berbahasa Indonesia dan Supir yang berpengalaman
  7. Mineral water di Bus ( 2 Botol / hari / pax )

Harga Paket Belum termasuk :

  1. Rapid Test di Jakarta ( Pribadi – Hasil dalam Bahasa Inggris )
  2. PCR Test di Istanbul USD 35
  3. Asuransi Perjalanan USD 60
  4. Hot Air Baloon Cappadocia
  5. Biaya kelebihan bagasi pesawat
  6. Pengeluaran pribadi seperti minibar, laundry, telepon, dan sebagainya
  7. Tour tambahan di luar program (optional tour)
  8. Tipping guide dan supir local USD 50/Pax
  9. Biaya pembuatan Visa Turkey USD 45/Pax

Kami menyiapkan banyak Paket umroh dan wisata halal Salah satu paket pilihan jamaah indonesia adalah Tour Turki yang saat ini selau banyak peminatnya terutama pada bulan desember saat musim salju dan bulan april saat musim bunga tulip.

Untuk konsultasi Paket Tour Turki silahkan langsung menghubungi :

Alindra Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No.87 E, Kalibata Jakarta Selatan

Sejarah Cappadocia Turki

Sejarah Cappadocia Turki merupakan daerah bersejarah di Anatolia Tengah, terutama di Provinsi Nevsehir, Turki. Daerah ini menjadi tujuan wisata populer karena mempunyai banyak tempat dengan ciri geologi, sejarah, dan budayanya yang unik. Cappadocia (dalam bahasa Turki: Kapadokya) meliputi seluruh daerah dari Pegunungan Taurus ke wilayah Euxine (pada Laut Hitam), dengan batas selatan rangkaian pegunungan Taurus yang memisahkannya dari daerah Kilikia, batas timur hulu Sungai Efrat dan dataran tinggi Armenia, batas utara Pontus, dan batas barat Likaonia serta bagian timur Galati..

Soal Cappadocia juga pernah digaungkan oleh sejarawan Strabon, yang hidup pada periode Antique pada masa pemerintahan Kaisar Augustus. Ia menulis serangkaian buku bernama Geographika yang terdiri dari 17 bagian. Ia mendefinisikan wilayah Cappadocia sebagai area yang luas yang membentang batas-batasnya dari Pegunungan Taurus selatan ke pantai timur Laut Hitam di utara dan dari Aksaray barat ke Malatya di timur.

Sejarah Cappadocia Turki

Dulunya, pada Zaman Perunggu, Cappadocia dikenal dengan sebutan Hatti dan merupakan daerah kekuasaan Hittite pada masa kekaisaran Hattusa. Pascajatuhnya kekaisaran Hittite setelah ditaklukkan oleh Raja Lydian pada abad ke-6, Cappadocia beralih ke masa aristokrasi feodal yang mana banyak penduduknya dijadikan budak. Di masa Kekaisaran Persia, Kerajaan Cappadocia sempat merasakan kedamaian saat di bawah kekuasaan Alexander the Great.

Saat ini, Cappadocia berisi beberapa kota, termasuk Nevsehir, Aksaray, Nigde, Kayseri, dan Kersehir. Wilayah Fairy Chimneys dan wisata bersejarah yang banyak dikunjungi turis berada di kawasan yang mencakup Uchisar, Urgup, Avanos, Goreme, Derinkuyu, Kaymakli, dan Ihlara. Erosi membuat lembah-lembah Goreme di Cappadocia terlihat terpahat sempurna. Dan dimulai pada abad keempat Masehi, kebudayaan dan perkotaan di bawah tanah dimulai di sini. Letusan gunung berapi dari zaman prasejarah menyelimuti daerah-daerah Cappadocia, dan dengan bantuan angin dan aliran air menyisakan bentuk-bentuk lembah dan perbukitan dengan kerucut ukiran-ukiran indah seperti di negeri dongeng yang membentang setinggi 40 meter mencuat ke atas langit.

Goreme yang menjadi salah satu daerah pariwisata di Cappadocia ini sudah dihuni sejak era Hittite, sekitar tahun 1800-1200 SM, kondisi perang pada saat itu mendesak warga untuk membuat gua-gua dan lorong-lorong persembunyian. Gua-gua dan kota bawah tanah di sini, masih bisa ditemukan dan diekplorasi oleh para wisatawan. Situs tempat-tempat persembunyian umat Kristiani selama masa awal berkembangnya agama Kristen di Cappadocia banyak juga ditemukan di sini. Kala itu, para umat Kristiani berlindung bersembunyi dari penganiayaan Roma. Banyak lukisan-lukisan bertema Kristiani di gua-gua yang menjadi kapel gereja.

Kota Bawah Tanah, Derinkuyu

Derinkuyu merupakan kota bawah bawah tanah terbesar Cappadocia dengan sekitar tujuh lantai dan 85 m mendalam. Ada banyak kamar-kamar yang ditemukan di kota bawah tanah ini, seperti kandang burung, gudang, ruang penyimpanan, refectories, gereja, dan perkebunan anggur. Selain itu, sebuah ruangan besar dengan langit-langit berkubah barel di lantai kedua sekolah misionaris, kamar ke kiri menjadi kamar tempat belajar. Derinkuyu dibuka untuk pengunjung umum dari tahun 1965, namun sejauh ini hanya 10 persennya saja yang bisa dieksplorasi.

Selain itu, rumah batu tradisional “carved” dan Pigeon Holes merupakan bagian-bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Cappadocia, unik dan natural. Sebagian besar bangunan yang ada telah diukir di batu dan dibangun pada abad ke-19. Tuffstone adalah berkah dari alam bagi penduduk Cappadocia. Tuffstone ini lembut dan mudah diolah dan menjadi bahan bangunan yang sangat tahan lama. Sumber tuffstone yang melimpah memungkinkan warga Cappadocia untuk mengembangkan gaya arsitektur yang unik.

Paket Tour Turki Tulip 2021

Assalamualaikum Wr. Wb. Paket Tour Turki Tulip 2021 bersama Alindra Haqeem Travel telah dibuka pendaftarannya dalam rangka menyambut musim liburan, Salah satu destinasi wisata yang akan anda kunjungi saat Tour Turki adalah Konya yaitu kota tua yang ada di Turki, letaknya cukup dekat dengan ibu kota Turki yaitu hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam saja, sedangkan dari Istanbul, tempat ini berjarak sekitar 660 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 10 jam berkendara dengan menggunakan mobil. Kota ini menjadi pusatnya kebudayaan Turki dan juga sangat populer dengan kereligiusannya. Berikut ini kami berikan informasi Jadwal, Harga dan biaya Paket Tour Turki bersama Alindra Haqeem Travel.

Harga Tour Turki Tulip 2021

Harga Lama Paket
10 hari 16 April 2021
10 hari 30 Maret 2021
Flight
Turkish Airlines

Paket Tour Turki Haqeem Travel merupakan pilihan yang sangat tepat untuk memfasilitasi liburan anda dengan seluruh anggota keluarga. Turki memang di Eropa, tapi wilayahnya sangat dekat dengan Asia. Turki memiliki sejuta pesona tak heran jutaan wisatawan terus berdatangan ke negeri dua benua ini. Anda akan mengunjungi ke banyak sekali daerah di Turki yang akan selalu mempesona bagi wisata berasal seluruh penjuru dunia. kami memberikan anda kesempatan buat berwisata muslim dalam mengunjungi berbagai macam objek wisata yang menarik di turki dan bermanfaat buat menambah pengetahuan anda tentang sejarah islam.

Itinerary Tour Turki Tulip

HARI 1 : Jakarta – Istanbul
Peserta berkumpul bersama dengan Alindra Haqeem Travel di Bandara International Soekarno-Hatta 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, check in tiket & bagasi oleh team handling bandara, kemudian penerbangan menuju Istanbul.

HARI 2 : ISTANBUL
Insya Allah kita akan tiba di Istanbul Ataturk Airport. Kemudian akan dijemput dan disambut oleh staff kami. Selanjutnya Istanbul City Tour dengan rute pertama mengunjungi Hagia Sophia, kemudian makan siang di local restaurant, perjalanan kembali dilanjutkan mengunjungi Blue Mosque, Hippodrome, Topkapi Palace, dan Bosphorus Cruise Tour, kemudian makan malam di asian restaurant, setelah makan malam akan diantar menuju hotel untuk beristirahat.

HARI 3: ISTANBUL – CAPPADOCIA
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan memulai perjalanan darat menuju Cappadocia ( kurang lebih 12 jam perjalanan ), makan siang di local restaurant, setelah makan siang langsung diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 4: CAPPADOCIA
( Opsi Tambahan ) Naik Hot Air Balloon pukul 04.30 pagi
Setelah sarapan pagi di hotel, selanjutnya Cappadocia City Tour dengan rute : Cardak Underground City, Pasabag Valley, Uchisar Castle, Pigeon Valley, Goreme Panaromic Valley, makan siang di local restaurant, setelah makan siang perjalanan akan dilanjutkan mengunjungi Saklim Tepesi (photo group with ottoman clothes), Local Pottery Shop (Tempat Kerajinan Keramik Khas Cappadocia), Jewellery and Carpet Shop. Kemudian akan diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 5: CAPPADOCIA – KONYA – PAMUKKALE
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan memulai perjalanan darat menuju Konya (kurang lebih 6 jam perjalanan), makan siang di local restaurant, setelah makan siang photo stop di Sultanhani Caravan Serai, kemudian mengunjungi Mevlana Museum and Tomb Jalaludin Rumi, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan menuju Pamukkale untuk makan malam dan beristirahat disana.

HARI 6: PAMUKKALE – KUSADASI
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan mengunjungi Hierapolis, Cotton Castle, setelah itu perjalanan akan dilanjutkan menuju Kusadasi, mengunjungi Sirince Village, makan siang di local restaurant, setelah makan siang kemudian kita mengunjungi Epshesus, Ashabul Kahfi (kisah 7 pemuda tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun, yang kisahnya terdapat di Al Qur’an dalam Surat Al Kahfi), setelah itu akan diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 7 : KUSADASI – BURSA
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan mengunjungi Leather Jacket Fashion Show, melakukan perjalanan darat ke Bursa, makan siang di local restaurant, setelah makan siang kemudian kita mengunjungi Green Mosque and Tomb, Silk Bazaar, setelah itu akan diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 8 : BURSA – ISTANBUL
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan mengunjungi Grand Mosque, Turkish Delight Shop, melakukan perjalanan darat ke Istanbul, makan siang di local restaurant, setelah makan siang kemudian mengunjungi Grand Bazaar, Pierre Loti Cable Car, Ayub Al Anshari Mosque and Tomb, kemudian makan malam di Indonesian Resto, setelah itu akan diantar menuju hotel untuk beristirahat.

HARI 9 : ISTANBUL – Jakarta
Sarapan pagi di hotel, kemudian check out, kita akan diantar menuju Bandara Ataturk Istanbul untuk melakukan penerbangan kembali ke Indonesia

HARI 10 : Jakarta
Insya Allah kita akan tiba di Jakarta, Maka dengan itu usailah sudah perjalanan Anda bersama dengan Alindra Haqeem Travel, terima kasih atas partisipasi dan kebersamaan Anda sampai jumpa dalam paket tour kami yang lainnya.

Harga Paket Tour Termasuk

  1. Tiket pesawat dengan penerbangan, dan berdasarkan harga group dengan kondisi nonrefundable, non reroute, non endorsable.
  2. Akomodasi Hotel.
  3. Transportasi dan acara tour sesuai program
  4. Makan Pagi, Siang dan malam sesuai Acara
  5. Bagasi pesawat 30 Kg
  6. Airport Handling di Jakarta untuk Keberangkatan
  7. Tour Leader berpengalaman
  8. Perlengkapan Wisata
  9. Tax Airlines

 

Harga Paket Tour Termasuk

  1. Biaya Pribadi lainnya seperti porter,
  2. Laundry,Mini Bar, Room Service, Pay Movie
  3. Biaya Deviasi, jika ada peserta yang akan melakukan perpanjangan masa tinggal
  4. Optional Tour di luar Jadwal Tour
  5. Pembuatan / perpanjangan Document
  6. Kelebihan bagasi / Overtime tambahan pemakaian bus
  7. Single Supp untuk satu kamar satu orang
  8. Tipping Guide
  9. VISA

Catatan :
Biaya, Akomodasi dan Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya sesuai dengan keadaan.

Untuk konsultasi Paket Tour Turki silahkan langsung menghubungi :

Alindra Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No.87 E, Kalibata Jakarta Selatan

Paket Tour Turki Desember 2021

Assalamualaikum Wr. Wb. Paket Tour Turki Desember 2021 bersama Alindra Haqeem Travel telah dibuka pendaftarannya dalam rangka menyambut musim liburan, Salah satu destinasi wisata yang akan anda kunjungi saat Tour Turki adalah Konya yaitu kota tua yang ada di Turki, letaknya cukup dekat dengan ibu kota Turki yaitu hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam saja, sedangkan dari Istanbul, tempat ini berjarak sekitar 660 km dan dapat ditempuh selama kurang lebih 10 jam berkendara dengan menggunakan mobil. Kota ini menjadi pusatnya kebudayaan Turki dan juga sangat populer dengan kereligiusannya. Berikut ini kami berikan informasi Jadwal, Harga dan biaya Paket Tour Turki bersama Alindra Haqeem Travel.

Harga Tour Turki Desember 2021

Harga Lama Paket
10 hari 16 Januari 2021
10 hari 30 Desember 2021
Flight
Turkish Airlines

Paket Tour Turki Haqeem Travel merupakan pilihan yang sangat tepat untuk memfasilitasi liburan anda dengan seluruh anggota keluarga. Turki memang di Eropa, tapi wilayahnya sangat dekat dengan Asia. Turki memiliki sejuta pesona tak heran jutaan wisatawan terus berdatangan ke negeri dua benua ini. Anda akan mengunjungi ke banyak sekali daerah di Turki yang akan selalu mempesona bagi wisata berasal seluruh penjuru dunia. kami memberikan anda kesempatan buat berwisata muslim dalam mengunjungi berbagai macam objek wisata yang menarik di turki dan bermanfaat buat menambah pengetahuan anda tentang sejarah islam.

Itinerary Tour Turki

 

HARI 1 : Jakarta – Istanbul
Peserta berkumpul bersama dengan Alindra Haqeem Travel di Bandara International Soekarno-Hatta 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, check in tiket & bagasi oleh team handling bandara, kemudian penerbangan menuju Istanbul.

HARI 2 : ISTANBUL
Insya Allah kita akan tiba di Istanbul Ataturk Airport. Kemudian akan dijemput dan disambut oleh staff kami. Selanjutnya Istanbul City Tour dengan rute pertama mengunjungi Hagia Sophia, kemudian makan siang di local restaurant, perjalanan kembali dilanjutkan mengunjungi Blue Mosque, Hippodrome, Topkapi Palace, dan Bosphorus Cruise Tour, kemudian makan malam di asian restaurant, setelah makan malam akan diantar menuju hotel untuk beristirahat.

HARI 3: ISTANBUL – CAPPADOCIA
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan memulai perjalanan darat menuju Cappadocia ( kurang lebih 12 jam perjalanan ), makan siang di local restaurant, setelah makan siang langsung diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 4: CAPPADOCIA
( Opsi Tambahan ) Naik Hot Air Balloon pukul 04.30 pagi
Setelah sarapan pagi di hotel, selanjutnya Cappadocia City Tour dengan rute : Cardak Underground City, Pasabag Valley, Uchisar Castle, Pigeon Valley, Goreme Panaromic Valley, makan siang di local restaurant, setelah makan siang perjalanan akan dilanjutkan mengunjungi Saklim Tepesi (photo group with ottoman clothes), Local Pottery Shop (Tempat Kerajinan Keramik Khas Cappadocia), Jewellery and Carpet Shop. Kemudian akan diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 5: CAPPADOCIA – KONYA – PAMUKKALE
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan memulai perjalanan darat menuju Konya (kurang lebih 6 jam perjalanan), makan siang di local restaurant, setelah makan siang photo stop di Sultanhani Caravan Serai, kemudian mengunjungi Mevlana Museum and Tomb Jalaludin Rumi, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan menuju Pamukkale untuk makan malam dan beristirahat disana.

HARI 6: PAMUKKALE – KUSADASI
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan mengunjungi Hierapolis, Cotton Castle, setelah itu perjalanan akan dilanjutkan menuju Kusadasi, mengunjungi Sirince Village, makan siang di local restaurant, setelah makan siang kemudian kita mengunjungi Epshesus, Ashabul Kahfi (kisah 7 pemuda tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun, yang kisahnya terdapat di Al Qur’an dalam Surat Al Kahfi), setelah itu akan diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 7 : KUSADASI – BURSA
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan mengunjungi Leather Jacket Fashion Show, melakukan perjalanan darat ke Bursa, makan siang di local restaurant, setelah makan siang kemudian kita mengunjungi Green Mosque and Tomb, Silk Bazaar, setelah itu akan diantar menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat.

HARI 8 : BURSA – ISTANBUL
Sarapan pagi di hotel, kemudian kita akan mengunjungi Grand Mosque, Turkish Delight Shop, melakukan perjalanan darat ke Istanbul, makan siang di local restaurant, setelah makan siang kemudian mengunjungi Grand Bazaar, Pierre Loti Cable Car, Ayub Al Anshari Mosque and Tomb, kemudian makan malam di Indonesian Resto, setelah itu akan diantar menuju hotel untuk beristirahat.

HARI 9 : ISTANBUL – Jakarta
Sarapan pagi di hotel, kemudian check out, kita akan diantar menuju Bandara Ataturk Istanbul untuk melakukan penerbangan kembali ke Indonesia

HARI 10 : Jakarta
Insya Allah kita akan tiba di Jakarta, Maka dengan itu usailah sudah perjalanan Anda bersama dengan Alindra Haqeem Travel, terima kasih atas partisipasi dan kebersamaan Anda sampai jumpa dalam paket tour kami yang lainnya.

Harga Paket Tour Termasuk

  1. Tiket pesawat dengan penerbangan, dan berdasarkan harga group dengan kondisi nonrefundable, non reroute, non endorsable.
  2. Akomodasi Hotel.
  3. Transportasi dan acara tour sesuai program
  4. Makan Pagi, Siang dan malam sesuai Acara
  5. Bagasi pesawat 30 Kg
  6. Airport Handling di Jakarta untuk Keberangkatan
  7. Tour Leader berpengalaman
  8. Perlengkapan Wisata
  9. Tax Airlines

 

Harga Paket Tour Termasuk

  1. Biaya Pribadi lainnya seperti porter,
  2. Laundry,Mini Bar, Room Service, Pay Movie
  3. Biaya Deviasi, jika ada peserta yang akan melakukan perpanjangan masa tinggal
  4. Optional Tour di luar Jadwal Tour
  5. Pembuatan / perpanjangan Document
  6. Kelebihan bagasi / Overtime tambahan pemakaian bus
  7. Single Supp untuk satu kamar satu orang
  8. Tipping Guide
  9. VISA

Catatan :
Biaya, Akomodasi dan Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya sesuai dengan keadaan.

Untuk konsultasi Paket Tour Turki silahkan langsung menghubungi :

Alindra Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No.87 E, Kalibata Jakarta Selatan